Nanggroe Aceh Darusalam
oleh Wedhya Wardani
Aku terbangun oleh suara kokok ayam jago yang pertama.
Suaranya sangat nyaring menghunjam telingaku. Selanjutnya nyanyian indah itu diikuti
oleh suara ayam-ayam betina yang saling
bersahutan, ramai dan sangat ribut hingga merobek dan memaksa kesadaranku kembali
sepenuhnya dari nyenyak tidur yang mematikan.
Sambil mengeluh aku pergi ke kamar mandi, “kenapa semalam tak
satu orangpun yang memberitahu apabila kamar yang kutempati bermalam bersama
Fie persis di belakangnya adalah kandang ayam. fyuuuu”.
